Koperasi Desa Merah Putih di Bandung Barat Disorot, Gerai Dibangun di Tepi Jurang

Pemandangan bangunan Koperasi Merah Putih Desa Celak yang ­berhadapan ­dengan ­jurang, kawasan ­Kampung ­Bojongsalam, Desa Celak, Kecamatan ­Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Senin (6/7/2026). Pemandangan bangunan Koperasi Merah Putih Desa Celak yang ­berhadapan ­dengan ­jurang, kawasan ­Kampung ­Bojongsalam, Desa Celak, Kecamatan ­Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Senin (6/7/2026). /"PR"/Bambang Arifianto/
Selasa, 07 Juli 2026 16:02
(0 pemilihan)

KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (PDMP) di Kabupaten Bandung Barat kembali menuai sorotan. Kali ini, gerai koperasi program prioritas Presiden Prabowo Subianto di Desa Celak, Kecamatan Gununghalu menjadi perhatian publik. Soalnya, koperasi tersebut dibangun di atas tebing atau jurang.

Awalnya, sorotan terhadap pembangunan KDMP Celak tersebut bermunculan di media sosial melalui unggahan foto. Posisi bangunan dalam foto unggahan tersebut yang berada mepet dengan jurang. "PR" pun mendatangi langsung bangunan koperasi yang berdiri di tepi jalan penghubung Gununghalu-Rongga, kawasan Kampung Bojong­salam, Desa Celak, Senin 6 Juli 2026.

Letak bangunan KD­MP itu memang berada di tepi jurang yang bagian bawahnya adalah jalan penghubung dua kecamatan tersebut. Akses itu memang melengkung dan melewati koperasi di bagian bawah serta atas bangunan. Pengerjaan bangunan juga tampak masih dilakukan. Pembangunan KDMP yang mepet jurang juga membuat sejumlah warga Celak keheranan.

Entis (50), warga Bojongsalam salah satunya. "Apa salah gambar?" ucapnya keheranan saat ditemui di kampungnya. Ia mengatakan, lokasi lahan berdirinya KDMP berstatus tanah carik atau tanah desa. Lahan tersebut sebelumnya merupakan kebun bambu dan singkong. Sebelum pembangunan koperasi, dilakukan lahan diratakan terlebih dulu oleh alat berat.

Hal senada dikemukakan warga Bojongsalam lainnya, Didin (45). Ia mengatakan sempat terjadi long­sor selepas proyek pembangunan koperasi berlangsung beberapa waktu lalu.

Longsor, kata Didin, terjadi setelah tanah yang dikeruk alat berat turun ke jalan. Kondisi itu terjadi juga akibat hujan yang mengguyur. Guguran tanah dari proyek ko­perasi yang masuk ke jalan membuat armada pemadam kebakaran turun tangan melakukan pembersihan. Guguran tanah, menurut Didin, bahkan sempat membuat sekira tujuh pengendara motor terjatuh.

Selepas itu, terjadi kembali dua peristiwa yang sama alias longsor ter­ulang lagi. "Keur mah tanahna labil (Sudah mah tanah di wilayah sini memang labil)," ujarnya.

Letak koperasi di tepi jurang juga membuat Didin khawatir. Ia mencontohkan, apabila ada ibu-ibu yang membawa anak berbelanja ke KDMP risiko bahaya mengintai. Jika ibu itu lupa akan anaknya, potensi tisoledat atau tergelincir sang buah hati masuk jurang bisa terjadi. "Kecuali engke dibenteng, dipager (Kecuali nanti koperasi diberi benteng atau pagar)," ucapnya.

Ia menilai, area jurang di depan koperasi semestinya di­beri bronjong. Hal itu harus dilakukan demi memastikan keselamatan warga yang berbelanja di sana.

Walau begitu, Didin meyakini aspek keselamatan bakal diperhatikan. Pasalnya, pembangunan koperasi pun be­lum rampung sepenuhnya. "PR" juga meminta konfirmasi dan klarifikasi perihal sorotan atas pembangunan KDMP kepada Kepala Desa Celak, Hendrik. "PR" menda­tangi Kantor Desa Celak untuk menemui Hendrik, Senin sore.

Rupanya, kepala desa se­dang tak berada di kantornya lantaran menghadiri pemilihan BPD di area Madrasah Aliyah Muslimin Celak. "PR" lalu mendatangi lokasi tersebut dan bertemu Hendrik. Hendri mengungkapkan, pelaksanaan pemba­ngunan KDMP bermula saat pihak Agrinas mendatanginya.

Dalam catatan "PR" Agrinas yang dimaksud Hendrik adalah PT Agrinas Pa­ngan Nusantara yang memiliki tugas melakukan pembangunan fisik koperasi me­rah putih. Saat itu, Agrinas meminta informasi mengenai calon lokasi lahan untuk pembangunan koperasi di Celak. Hendrik menyodorkan tiga opsi lahan tanah desa.

Dari tiga opsi itu, Agrinas merasa cocok dengan lahan di Bojongsalam, tempat pembangunan KDMP saat ini. Urusan koperasi mengha­dap ke mana, kata dia, juga ber­dasarkan pertimbangan dan keinginan Agrinas. "Katingal view sae ka Saguling, pas sawah (Pemandangannya bagus ke arah Saguling, pas sawah)," ucap Hendrik mengungkapkan pertimbangan Agrinas tersebut.

Selepas itu, dilaksanakanlah cut and fill yang berlangsung sekira Desember 2025. Proses tersebut pun masih menggunakan anggaran desa. Hendrik tak menampik longsor memang sempat terjadi di lokasi itu dan turun ke jalan. Hal tersebut terjadi akibat air hujan yang mengendap dan tertampung di lokasi tersebut.

Upaya penanganan sempat dilakukan dengan membuat saluran air dan menancapkan bambu. Ia mengajukan pembuatan tembok penahan tanah ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang KBB.***

Sumber: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310318032/koperasi-desa-merah-putih-di-bandung-barat-disorot-gerai-dibangun-di-tepi-jurang

 

Baca 10 kali Terakhir diubah pada Selasa, 07 Juli 2026 16:05
Bagikan: