PUISI: Yesmil Anwar Pilihan

Selasa, 18 Agustus 2026 17:41
(1 Pilih)

UMBUL UMBUL
MERAH PUTIH
(Ulang Tahun Indonesiaku)

Langit senja
Sisa udara panas menerpa wajah,
terasa perih
Umbul-umbul Merah Putih menggantung diam
Seperti janji yang sudah lama dikhianati,
menanti tanda
Ya, menanti tanda keberkahan
yang tak kunjung datang

Bukan kebencian yang
menanam akar,
Bukan amarah yang meraja
Hanya kesedihan dan kepedihan sembilu...
Merambat dingin hingga
ke sumsum tulang.
Hari ini seharusnya berkibar lambang kemerdekaan
Hendak dibawa ke mana negeri ini?
Ketika setumpuk jabatan dibagi rata pada kroni _oligarki hitam

Tak layak rasanya,
Dari bibir pemegang kuasa.
Terucap kata setajam sembilu:
"Jika kau rasa negeri ini suram, pergilah...."
Bawa lukamu sendiri
Jangan kembali ke sini
Jangan kembali ke sini
(Seolah negeri ini hanya miliknya)

Lihatlah, kursi jabatan
berjejer rapi,
Bak meja makan yang
dipenuhi hidangan
Khusus di siapkan untuk kerabat dan sahabat;
para anggota partai sehaluan
yang mudah diperintah
Siapa yang berani menyentuh?
Siapa yang berani menyentuh?

Mereka rakus akan jabatan,
tamak akan harta
Disimpan berhimpitan
Seolah dunia hanya milik
satu keturunan
Mereka menguasai kemudi
Lalu menutup mata dari arah mata angin.

Langit menahan tangis
Awan jingga kehitaman berceceran
Rakyat jelata menjadi bisu
Menelan ludah bagai sembilu, tercekik harga kebutuhan sehari-hari.
Kami tak lagi bertanya tentang merdeka
Karena merdeka hanyalah retorika di atas panggung pencitraan

Kami tidak pergi,
Hanya meredup mata hati
Kelam dalam keperihan, memohon keberkahan untuk negeri
Kami tak lari dari rumah
yang sedang rapuh,
perlahan akan tenggelam
Dijarah oleh orang-orang
Yang seharusnya menjaga.

Umbul-umbul Merah Putih
menggantung diam.
Warnanya memudar,
Tertutup debu ambisi
Langit pekat, jingga kehitaman
Kami tetap berdiri di sini,
bukan untuk menantang badai,
Kami hanya saksi kepedihan.

Bahwa negeri ini_bukan lagi rumah yang ramah milik bersama,
Berubah menjadi ladang
Milik mereka sendiri
Yang bebas dipanen
Sesuka hati,
Sesuka hati...

Di hari yang seharusnya penuh gembira,
Umbul-umbul Merah Putih itu
hanya diam, menggantung dibalik pohon yang meranggas
Tak berani berkibar,
Malu, melihat siapa yang kini memegang tali kendali.


2026

Baca 59 kali Terakhir diubah pada Selasa, 18 Agustus 2026 18:34
Bagikan: